Perempuan hamil sering mengalami gangguan, salah satunya pre-Eklampsia. Gangguan ini biasanya terjadi setelah 20 minggu kehamilan dan biasanya hamil anak pertama. Eklampsia ditandai dengan kejang klonis. Eklampsia merupakan akibat yang ditimbulkan oleh pre-eklampsia, kemunculannya sulit untuk dicegah karena belum diketahui penyebab pastinya.
Sedangkan pre-eklampsia adalah sindrom yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, kenaikan kadar protein di dalam urin dan pembengkakan pada tungkai. Jika ada tanda-tanda atau gejala pre-eklampsia terjadi sebelum kehamilan, masih ada kemungkinan eklampsia yang dapat terjadi selama atau setelah proses persalinan.
Perlu mengetahui cara yang benar untuk dalam menghadapi gangguan eklampsia. Berikut kami sajikan empat tahapannya:
Tahap 1
Pada tahap pertama, wanita hanya akan memutar matanya dengan otot tangan dan wajah akan sedikit berkedut.
Tahap 2
Tak lama setelah tahap satu, gigi akan bergetar, lengan dan kaki akan kaku dan bisa menggigit-gigit lidah. Dalam tahap ini, wanita juga akan kehilangan napas sekitar 30 detik.
Tahap 3
Tahapan ketiga dari eklampsia akan benar-benar buruk. Otot-otot akan mulai menyentak keras, sementara air liur akan berbusa dan sedikit berdarah. Ini berlangsung hingga 2 menit ini sampai berhenti, kemudian bisa mengalami koma atau kegagalan jantung sesekali.
Tahap 4
Jika bisa selamat atau tidak mati, wanita hamil akan kehilangan kesadaran dan dapat bertahan selama berjam-jam, atau bisa sadar dengan cepat.
Jika gejala-gejala tersebut terjadi, segera kunjungi dokter. Anda bisa kehilangan dua nyawa jika anda tidak benar memberi tindakan dan perlakuan yang tepat.
Tag :
Eklampsia

0 Komentar untuk "Gejala dan Tahapan Eklampsia"