Bakteri sering dipandang sebagai musuh manusia karena bisa menyebabkan penyakit. Namun faktanya, manusia tidak dapat hidup tanpa bakteri. Terinfeksi bakteri bukan berarti seseorang sakit, karena sebenarnya, jumlah bakteri di tubuh manusia hampir 10 kali lipat jumlah sel yang dimiliki manusia.
Manusia cenderung memerangi bakteri, salah satunya dengan cara mengonsumsi antibiotik. Padahal, penggunaan antibiotik yang tidak tepat pada akhirnya justru akan merugikan karena bisa membuat bakteri bermutasi dan menjadi resisten alias kebal. Jika sudah demikian, tentu akan lebih menyulitkan karena bakteri pun tak akan lagi mampu dilawan dengan antibiotik.
Antibiotik adalah obat keras yang digunakan untuk mengobati infeksi, termasuk penyakit menular yang membahayakan jiwa. Pemikiran orang mengenai antibiotik perlu diubah. Anggapan bahwa orang sakit belum akan sembuh jika tidak diberi antibiotic itu keliru, justru sebaliknya semakin sering minum antibiotic maka bisa semakin sering sakit. Ini karena antibiotic juga membuat system pertahanan tubuh alami terganggu.
Konsumsi antibiotiK berlebihan pada akhirnya justru akan membuat tubuh rentan terkena penyakit. AntibiotiK seharusnya digunakan dengan hati-hati, berdasarkan indikasi yang tepat serta diberi dengan resep dokter.
Studi menunjukkan penggunaan antibiotic cenderung berlebihan dan justru diberikan pada kondisi yang sebenarnya tidak memerlukan antibiotik. Padahal kebanyakan anak-anak menderita infeksi virus seperti demam, bisa sembuh tanpa obat-obatan. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat seperti ini berpotensi membahayakan kesehatan.
Selain mengurangi efektivitasnya membunuh mikroba, penggunaan antibiotic berlebihan juga menimbulkan resitensi yang bisa menyebabkan pasien menderita sakit yang lebih berat, lebih lama, serta pengobatan yang lebih mahal. Selain itu, pasien juga berisiko mengalami toksisitas bahwa hingga kematian.
Perlu diketahui bahwa antibiotic bukan untuk virus, namun hanya dapat bekerja melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, jamur dan beberapa parasit tertentu. Makanya untuk efektivitas penggunaan antibiotic, anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
1. Batuk pilek. Penyebabnya adalah virus sehingga tidak dapat diobati dengan antibiotic.
2. Batuk atau bronchitis. Kebanyakan penyebabnya adalah virus. Namun, jika anda mengalami masalah dengan paru-paru atau penyakit berlangsung dalam waktu lama, bisa jadi disebabkan oleh bakteri. Serahkan pada dokter untuk memutuskan perlu atau tidaknya menggunakan antibiotic.
3. Radang tenggorokan. Kebanyakan disebabkan oleh virus dan tidak memerlukan antibiotic. Kecuali, strep throat yang memang disebabkan oleh bakteri. Dokter akan menyampaikan jika anda menderita strep throat dan meresepkan antibiotic.
4. Infeksi telinga. Ada beberapa jenis infeksi telinga. Antibiotic digunakan untuk beberapa namun tidak untuk semua jenis infeksi telinga.
5. Infeksi sinus. Antibiotic sering digunakan untuk mengobati infeksi sinus. Namun, hidung mengeluarkan ingus baik yang kuning atau hijau bukan berarti anda harus membutuhkan antibiotic.
6. Bila dokter meresepkan antibiotic, pastikan anda menghabiskan semua, bahkan ketika anda merasa kondisi tubuh telah membaik. Ini untuk mengurangi kemungkinan terjadinya resistensi pada bakteri yang tertinggal di tubuh anda.
7. Jangan menggunakan antibiotic tanpa resep dokter. Sama halnya jika anda memiliki antibiotic yang tersisa dari saat anda sakit sebelumnya, jangan menggunakannya kecuali dengan izin dokter. Sisa antibiotic belum tentu bermanfaat pada sakit yang anda derita. Jika pun memang bermanfaat, bisa jadi dosisnya tidak cukup untuk membunuh seluruh bakteri di tubuh anda.

0 Komentar untuk "Tips Menggunakan Antibiotik dengan Tepat"