Jantung merupakan salah satu organ terpenting di dalam tubuh manusia yang tidak pernah berhenti bekerja. Fungsinya untuk memompa dan menyebabkan darah yang mengandung oksigen serta nutrisi ke seluruh tubuh.
Karena fungsinya yang sangat vital tersebut, fungsi jantung harus selalu dijaga. Sebab apabila salah satu saja bagian jantung mengalami gangguan, maka fungsi jantung akan terganggu, dan secara otomatis fungsi kerja organ lainnya juga ikut terganggu.
Masalah di organ jantung umumnya disebabkan oleh adanya sumbatan lemak di pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke jantung menjadi terhambat.
Selain karena faktor keturunan, penyebab utamanya adalah karena pola makan yang tidak sehat seperti mengkonsumsi banyak lemak jenuh dan kolesterol. Namun untuk berkembang menjadi sumbatan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Tapi apabila gaya hidupnya tidak sehat, penyumbatan pembuluh darah bisa lebih cepat terjadi.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga merupakan faktor pemicu utama terjadinya kerusakan organ jantung. Seperti kita ketahui, fungsi utama jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh. Apabila tekanan darahnya tinggi, tentunya kondisi tersebut membuat jantung bekerja lebih keras.
Penyakit ini juga tidak hanya dimonopoli oleh orang-orang dewasa. Bahkan di negara-negara barat, penyakit ini sudah menyerang usia belasan tahun.
Wanita Lebih Terlindungi
Penyakit jantung banyak sekali macamnya, salah satunya yang paling sering dijumpai adalah jantung koroner. Sejumlah penelitian menunjukkan kalau pria lebih rentan terkena ancaman penyakit ini dibandingkan wanita. Alasannya karena pria memiliki banyak faktor risiko untuk mengalami masalah kardiovaskular, salah satunya adalah kebiasaan merokok.
Sementara itu pada wanita yang masih mendapatkan menstruasi teratur, jantungnya dilindungi oleh hormon estrogen yang membuatnya lebih kuat dan tidak mudah mengalami gangguan seperti pada pria. Namun ketika perempuan sudah memasuki masa menopause, risiko terkena penyakit ini menjadi besar, bahkan lebih mematikan ketimbang laki-laki.
Bila pada laki-laki gejala yang bisa dikenali seperti nyeri dada, sementara pada perempuan gejalanya justru tidak spesifik dan sering dianggap sebagai keluhan fisik biasa. Pada perempuan, gejala penyakit jantung koroner antara lain sering merasa capek, mual, dan sering keringatan. Banyak yang mengira itu hanya masuk angin biasa, sampai akhinya serangan jantung itu dating. Selain itu, pembuluh darah koroner pada perempuan juga lebih kecil, sehingga menjadi lebih sulit dideteksi.
Namun, walaupun jantung koroner lebih banyak menyerang saat menopause, bukan berarti sebelum masa itu perempuan benar-benar bebas dari jantung koroner. Bila gaya hidupnya tidak sehat, maka jantung koroner juga bisa dating lebih cepat.
Lalu, bagaimana bila penyakit jantung menyerang bayi? Kondisi ini disebut dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB). Penyakit jantung bawaan juga sangat dipengaruhi oleh kesehatan ibu hamil saat trimester pertama. Misalnya karena mengonsumsi jamu-jamuan untuk menggugurkan kandungan, terkena rubella, atau banyak minum obat anti muntah dan sedasi.
Masalah PJB pada bayi umumnya mudah dikenali dari warna kebiruan pada kulit, lidah atau bibir, serta ujung-ujung anggota gaerak seperti kuku. Namun PJB juga seringkali tidak menimbulkan tanda khusus tersebut, sehingga perlu pemantauan yang cermat untuk mendeteksi adanya PJB.
Tips Pencegahan Penyakit Jantung
Meskipun sangat ganas, penyakit jantung yang menjadi pembunuh nomor satu di dunia ini sebetulnya bisa dicegah. Caranya dengan mengimplementasikan perilaku cerdik, yaitu cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat dan seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.
Selain itu, disarankan untuk mengonsumsi 2-3 mangkuk sayuran per hari dan sekitar 5 buah-buahan dengan jenis yang beragam. Masyarakat juga diimbau untuk membatasi konsumsi gula menjadi kurang dari 4 sdm per hari, konsumsi garam kurang dari 1 sdt per hari, serta membatasi konsumsi lemak menjadi 4 sdm per hari.
Dengan menghindari segala faktor risiko penyakit jantung, diharapkan kita bisa tetap sehat dan terus produktif sampai usia senja.

0 Komentar untuk "Gejala dan Pencegahan Penyakit Jantung"