Senang rasanya melihat si kecil anda aktif, bergerak kesana-kemari seakan tak ada letihnya. Namun perlu juga diwaspadai, apakah dia sudah termasuk hiperaktif atau tidak?
Untuk itu deteksi sejak dini agar bisa ditangani sejak dini. Kalau tidak, si hiperaktif akan sulit dikendalikan.
Penyebab Hiperaktif
1.Faktor Genetik
- Anak laki-laki dengan eksra kromosom Y yaitu XYY.
- Kembar satu telur lebih memungkinkan hiperaktif disbanding kembar dua telur.
2.Faktor Lingkungan
Racun atau limbah pada lingkungan sekitar bisa menyebabkan hiperaktif terutama keracunan timah hitam (banyak terdapat pada asap knalpot berwarna hitam kendaraan bermotor yang menggunakan solar).
3.Faktor Kultural dan Psikososial
Si anak hiperaktif dan impulsive lebih banyak pada keluarga tanpa ayah.
4.Faktor Neurologik
Penelitian menunjukkan, anak hiperaktif lebih banyak disebabkan karena gangguan fungsi otak. Adanya brain damage akibat kesulitan prenatal atau perinatal, penyakit berat, cidera otak.
Menangani Gangguan Perhatian Si Hiperaktif
1.Ke dokter agar diberi obat tertentu untuk mengurangi hiperaktivitas.
2.Pendisiplinan tingkah laku di rumah dan sekolah.
3.Anak diikutsertakan kegiatan fisik terutama yang bersifat kompetetif seperti berenang, olahraga bela diri, aerobics, sepatu roda dan lain-lain.
4.Keterampilan bergaul, keterampilan menghadapi masalah dalam kehidupan sehari-hari.
5.Orang tua dan anggota keluarga harus memahami gangguan yang terjadi pada hiperaktif sehingga bisa sama-sama menerima dan melatihnya.
Membantu si Hiperaktif Belajar
1.Orang tua dan anggota keluarga memiliki kesabaran pada si anak. Tindakan yang menyebalkan yang ia lakukan bukan karena disengaja.
2.Menyediakan banyak waktu, sabar, tekun, konsisten, sportif, karena si kecil butuh perhatian khusus.
3.Anak gangguan perhatian ini butuh bimbingan komunikasi, instruksi, respon dari orang tua.
4.Jangan bernafsu mengajarkan anak. Berikan dia perintah sedikit saja. Yang terpenting perhatiannya tidak lepas.
5.Jika si kecil sering mengalami kegagalan sehingga ia merasa rendah, hati-hatilah, jangan sampai orang tua mengolok-olok walaupun maksud anda bercanda.
Untuk itu, bimbinglah si hiperaktif ini menemukan keunggulan atau kekuatan sehingga mereka terlatih menghargai diri pribadi yang memiliki keunikan yaitu kelebihan dan kekurangan. Sebaliknya jika tak diberikan bantuan, anak akan berulang kali terperangkap pada lingkaran kegagalan, frustasi, rendah diri dan akan membuat dirinya selalu bermasalah.
Tag :
Penanganan Hiperaktif

0 Komentar untuk "Cara Memahami Penyebab dan Penanganan Hiperaktif"