Asma adalah peradangan kronis pada saluran napas yang ditandai oleh peningkatan kepekaan saluran napas (hiperreaktif). Sehingga, dengan pemicu sedikit saja, saluran bisa langsung menyempit. Respons yang muncul adalah pasien mengalami sesak napas dan napas berbunyi ‘ngik’. Biasanya, asma disebabkan oleh faktor keturunan, meski ada juga asma yang didapat pada saat dewasa.
Gejala asma antara lain napas berat yang semakin lama membuat napas sesak, diikuti batuk yang mula-mula kering. Semakin lama, batuk akan semakin berdahak dan mengental. Warnanya pun perlahan berubah, dari putih menjadi kuning dan hijau. Yang khas adalah bunyi napas yang berbunyi “ngik”, terutama pada malam hari atau menjelang pagi.
Penderita asma yang bertubuh gemuk juga akan lebih berat, karena usaha jantung dan paru untuk memenuhi kebutuhan oksigen di seluruh tubuh makin besar. Waktu yang tepat sangat penting untuk terapi asma. Pasalnya, semakin ditunda, penangganannya akan semakin sulit.
Pasien sebaiknya juga datang ke layanan kesehatan yang memiliki fasilitas UGD yang dilengkapi infuse, injeksi, inhalasi, dan sebagainya. Pada serangan asma ringan, bisa juga menggunakan controler, sementara jika serangannya agak berat, mengunakan reliever.
Asma bisa dipicu oleh flu, alergi atau stres. Oleh karenanya, rumah harus disterilkan pula. Bersihkan karpet, kasur dari kapas, tumpukan koran, baju yang bergantungan, boneka berbulu dan sebagainya. Kelelahan fisik dan psikis juga bisa memicu kambuhnya asma. Misalnya anak kelelahan sehabis berlarian atau stres menjelang ujian.
Pasien asma, sebisa mungkin tidak memelihara hewan peliharaan berbulu karena bisa memicu kekambuhan. Sementara pada anak-anak, makanan kemasan dan cokelat juga sebaiknya dihindari. Lingkungan rumah juga harus diperhatikan, misalnya apakah ada tempat pembakaran sampah, peternakan, atau pabrik yang menimbulkan polusi asap.
Selain itu, manajemen stres dan olahraga rutin juga bisa mencegah asma kambuh. Olahraga yang paling dianjurkan adalah berenang atau olahraga air. Lebih baik di pantai karena udara di atas air bagus bagi penderita asma. Jika akan berenang di kolam renang harus melihat kadar kaporitnya. Kalau kadar kaporitnya terlalu tinggi dan menyengat malah memicu kambuhnya asma.
Dengan berenang secara teratur, otot-otot bantu napas seperti otot dada, otot punggung dan otot di sela iga akan terlatih. Sehingga pada waktu serangan asma datang, penderita akan terbantu oleh otot-otot yang kuat. Asupan makanan juga harus sehat dan seimbang.
Tag :
mengatasi asma

0 Komentar untuk "Mengatasi Penyakit Asma Bronkial"