Cara Mengobati Tuberkulosis

Cara Mengobati Tuberkulosis

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang paling banyak dialami di negara berkembang. TB juga ditakuti oleh negara-negara maju seperti AS dan Australia. TB memang masih menjadi masalah.
Indonesia sempat menempati peringkat ketiga dunia sebagai negara dengan penderita TB terbanyak. Namun kini, dengan pengendalian yang lebih baik, peringkat Indonesia pun sudah menurun.

Mengobati Tuberkulosisi

Pada anak-anak, TB juga merupakan masalah di Indonesia. Prevalensi pada anak usia 1-6 tahun cukup tinggi, yakni 25,9 persen. Sementara di Negara barat, angkanya hanya di bawah 2 persen. Pada anak usia 7-14 tahun, prevalensi di Indonesia juga mencapai 42,4 persen, sementara di atas 15 tahun 58,6 persen.

Kuman TB biasanya menyerang saluran napas atau jaringan paru. Jika kumannya cukup ganas, jaringan paru bisa berlubang alias cavitas sehingga menimbulkan batuk berdahak. Penularannya yang melalui udara membuat kuman ini terhitung ditakuti.
Saat pasien batuk, kuman melayang dan bisa diisap oleh orang di sekitarnya. Jika daya dahan tubuh orang yang berada di dekatnya sedang turun, bisa terjangkit.

Gejala TB biasanya didahului demam yang tidak terlalu tinggi, badan lesu, napsu makan menurun, dan batuk. Seperti penyakit saluran napas lain, awalnya batuk kering, kemudian muncul dahak. Mula-mula encer, kemudian kental berwarna putih, kuning, hijau, bahkan batuk darah. Jika mengalami batuk lebih dari 2 minggu, sebaiknya perlu dicurigai sebagai TB.

Pengobatan dilakukan dengan pemberian obat antituberkulosis. Obat ini harus diminum secara teratur, tanpa jeda, kecuali dokter sudah mengatakan untuk berhenti. Dua bulan kemudian, tubuh akan kembali dikontrol kemudian pengobatan disesuaikan. Selanjutnya, akan masuk pengobatan fase lanjutan selama 4 bulan.

Namun yang banyak terjadi, pasien berhenti meminum obat karena capek atau bosan. Untuk itu pendamping pasien sangat penting, misalnya suami atau istri, anak dan orang tua agar pasien tidak berhenti minum obat. Sebab jika berhenti sebelum waktunya, dikhawatirkan kuman sudah membuat barier sehingga tubuh menjadi kebal.

0 Komentar untuk "Cara Mengobati Tuberkulosis"

Back To Top