Penyakit yang menyerang kulit kepala ternyata tak hanya menimpa orang dewasa saja. Bayi yang baru lahir pun bisa terkena penyakit kulit kepala. Pada bayi yang baru lahir atau sebulan setelah lahir, ada yang mengalami penyakit cradle cap. Kulit kepalanya tebal penuh dengan sisik, warnanya kuning dan berminyak.
Biasanya cradle cap menimpa anak yang memiliki gen asma. Meskipun anaknya tidak asma, tapi tetap saja ada menurunkan asma walau kecil. Penyakit ini bisa membuat daya tahan tubuh anak turun sehingga dapat memicu pertumbuhan jamur.
Lalu, karena orang tua tidak mengerti dibersihkan dengan sabun anti bakteri yang justru membuat jamurnya makin menjalar dan kulitnya makin kering. Kondisi kulit kepala itu sama dengan kulit tubuh kalau terlalu sering dibersihkan bukan bertambah bersih tapi akan bertambah kering.
Dalam kondisi kering itulah, anak merasa seperti ditarik kepalanya, merekah, dan sakit. Sebenarnya, bisa diobati dengan menggunakan sampo yang lembut.
Faktor penyebab cradle cap bisa jadi karena munculnya jamur atau kebersihan di kulit kepala anak yang kurang bagus. Bisa juga penggunaan sampo yang tidak bisa mengangkat kelenjar minyak yang ada di kulit kepala bayi. Kelenjar ini bisa membesar dan menyebabkan kelebihan sebum.
Sebum adalah zat berminyak yang terdari lemak, keratin dan bahan selular yang diproduksi oleh kelenjar sebasea. Kelebihan sebum bisa menyebabkan peradangan sehingga terbentuklah kerak kekuningan mirip ketombe pada kulit kepala bayi.
Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengatasi cradle cap pada bayi yang baru lahir.
1.Lepaskan kerak kekuningan pada kulit kepala bayi secara perlahan-lahan dengan mengoleskan baby oil.
2.Biarkan olesan baby oil pada kepala bayi semalaman. Esok harinya, cuci rambut bayi dengan air hangat dan sampo bayi yang lembut. Gunakan sikat rambut bayi dengan bulu lembut untuk menghilangkan kepingan-kepingan yang mulai lepas.
3.Oleskan bahan penghilang cradle cap. Ingat, diperlukan waktu beberapa hari agar sisik-sisik tersebut benar-benar hilang dari kulit kepala bayi.
Pada konsisi tertentu, cradle cap dapat memicu infeksi pada kulit kepala bayi terutama jika kebersihan kulit kepalanya tidak terjaga. Kulit si kecil akan menjadi kemerahan dan bahkan disertai timbulnya pustula. Pustula adalah lepuhan-lepuhan kecil kekuningan berisi nanah yang muncul pada kulit.
Infeksi ini terjadi karena adanya bakteri Staphylococcus aureus, jenis bakteri yang juga bisa menyebabkan penyaki timpetigo. Komplikasi ini biasanya bersifat menular dan harus segera ditangani. Biasanya, dokter akan memberikan antibiotik berbentuk krim untuk dioleskan pada kulit kepala si kecil selama beberapa hari.
Tag :
Mengatasi Cradle Cap

0 Komentar untuk "Penyebab Cradle Cap dan Tips Mengatasinya"