Pengobatan Kanker Serviks

Pengobatan Kanker Serviks

Kanker serviks (leher rahim) merupakan kanker paling sering menyerang wanita Indonesia. Dari tahun ke tahun angka kejadiannya terus meningkat. Hingga kini belum ada obat yang bisa untuk mengatasi kanker serviks.


Pengobatan yang ada saat ini, bila kanker itu masih stadium dini, dilakukan operasi mengangkat serviks dan organ-organ sekitar yang sudah terkena penyebaran kanker, seperti rahim.

Jika kanker ditemukan pada stadium lanjut, pengobatan yang dilakukan ialah dengan radiasi. Kemudian, bila kankernya sudah lebih parah lagi, pengobatan yang dilakukan ialah dengan radiasi ditambah kemoterapi.

Pengobatan kanker serviks di Indonesia saat ini masih banyak mengalami kegagalan. Hal ini disamping karena tak adanya perkembangan yang mutakhir tentang pengobatan kanker serviks, juga disebabkan karena penderita kebanyakan ditemukan pada stadium lanjut.

Kanker serviks yang ditemukan dalam stadium lanjut, angka keberhasilan pengobatannya sangat kecil. Sebaliknya, bila ditemukan secara dini (pra kanker), angka keberhasilan pengobatan cukup tinggi.

Pencegahan dengan Vaksin
Bila tidak ada perubahan yang bermakna tentang pencegahan kanker serviks, maka di seluruh dunia diperkirakan akan terjadi tambahan satu juta kasus kanker serviks baru sebelum tahun 2050.

Namun jangan khawatir, sebab kanker serviks bisa dicegah dengan vaksin. Vaksin bisa diberikan ginekolog pada wanita usia 10-50 tahun. Pemberian vaksin sebaiknya dilakukan pada wanita yang tidak terinfeksi virus HPV (human papilomavirus). Sebetulnya, vaksin tidak merugikan bila diberikan pada wanita yang sudah terinfeksi HPV, hanya kurang efektif.

Vaksinasi pada ibu hamil tidak dianjurkan, sebaiknya vaksin diberikan setelah persalinan. Vaksin juga tidak direkomendasikan pada ibu menyusui. Vaksin diberikan secara suntikan pada bulan 0,1 dan 6. Pemberian vaksin tidak dianjurkan melebihi waktu satu tahun.

Pap Smear untuk Deteksi Dini kanker Serviks
Deteksi dini kanker serviks bisa dilakukan dengan pap smear. Idealnya, semua wanita yang pernah berhubungan seksual bersedia melakukan pap smear minimal sekali seumur hidup.

Idealnya, pap smear dilakukan setiap tahun bagi wanita usia muda, di bawah usia 40 tahun. Kemudian, pap smear 2-3 tahun sekali saat wanita berusia 40-70 tahun.

Pap smear dapat dilakukan di rumah sakit pemerintah dan swasta dengan harga terjangkau. Bila kemudian hasilnya positif, dilanjutkan dengan pemeriksaan biopsy dan patologi. Pap smear dapat menemukan kanker serviks walaupun masih stadium pra kanker.

0 Komentar untuk "Pengobatan Kanker Serviks"

Back To Top