Ada beberapa jenis haid yang dialami wanita, dari haid tidak teratur, haid yang jarang atau kadang-kadang, haid yang lebih cepat datang sampai haid yang keluar sangat banyak. Anggapan yang dipahami masyarakat awam adalah haid yang teratur harus selalu jatuh pada tanggal yang sama setiap bulan. Jika tidak begitu, maka haidnya dianggap tidak teratur.
Anggapan tersebut tidak benar, sebab bisa saja haid jatuh pada tanggal berbeda setiap bulan meski siklus haid wanita normal atau teratur. Mengapa? Pasalnya, panjang daur haid setiap wanita tak harus 30 atau 31 hari seperti jumlah hari di kalender. Yang harus diketahui, setiap wanita memiliki daur haid pribadi sendiri-sendiri.
Kebanyakan wanita memiliki daur haid 28 hari, namun panjang daur 22 hari hingga 35 hari dinilai masih normal. Haid baru disebut tidak teratur selalu berubah-ubah, kondisi ini banyak sekali penyebabnya.
Selain karena gangguan hormonal, haid tak teratur bisa juga akibat gangguan psikis pada wanita dengan berat badan kurang dari 40 kilogram atau stress fisik akibat terlalu lelah beraktifitas.
Selain tak teratur, kita juga sering mendengar keluhan haid yang berlebihan. Tak seperti biasanya, pada wanita yang tidak sedang hamil dalam usia reproduktifnya. Haid yang berlebihan pada suatu daur haid ini disebut Menorrhagia dan umumnya sering muncul pada wanita diatas 35 tahun.
Biasanya, pada daur haid yang normal, haid muncul tanpa keluhan maupun gejala berarti. Darah yang keluar tak lebih dari 35 ml, panjang haid bervariasi antara 3 – 5 hari. Jadi, jika panjang haid melebihi biasanya, wanita harus curiga bahwa kemungkinan haidnya abnormal. Adakalanya haid berlangsung tidak putus-putus sampai tiba lagi pada daur haid berikutnya. Akibatnya, sepanjang bulan wanita mengalami pendarahan rahim terus-menerus.
Darah haid wanita menorrhagia lebih dari 80 ml. Mungkin lamanya tetap, namun jumlah darahnya melebihi ukuran biasanya. Penyebab terbanyak Menorrhagia pada wanita Asia adalah kekurangan zat besi atau anemia besi. Wanita yang kadar Hb darahnya dibawah normal atau kurang dari 12 cenderung mengalami pendarahan haid berlebihan.
Jika tak ada anemia besi, kemungkinan ada yang tidak beres pada organ-organ reproduksi. Misalnya tumor rahim myoma, polip dalam rahim atau tumbuh endometriosis (tumbuhnya lapisan rahim di luar rahim yang menjadi penyebab wanita sulit punya anak).
Menorrhagia juga bisa disebabkan adanya kanker ganas rahim, kista indung telur atau kemungkinan letak spiral yang terganggu.
Jika tak ada anemia besi dan alat reproduksi normal, kemungkinan Menorrhagia disebabkan oleh gangguan akibat kegiatan social, pekerjaan harian atau aktifitas seksual. Penyebab lainnya yakni gangguan kejiawaan yang umumnya berupa depresi, selain akibat gangguan toleransi menstruasi pasca sterilasi.
Jika semua penyebab diatas tidak ada, kemungkinan penyebabnya terletak pada organ di luar organ reproduksi. Mungkin ada yang tak beres pada kelenjar gondok, gangguan ginjal, penyakit hati atau diabetes. Namun bisa juga berasal dari gangguan fungsi hormonal tubuh.
Penting diketahui, produksi dan fungsi hormone-hormon dalam tubuh wanita yang terlibat dalam proses haid dipengaruhi emosi. Gangguan emosi ini juga akan berpengaruh pada daur haid, termasuk depresi sebagai factor penyebab langsung.
Karena penyebabnya beragam, penyebab pasti Menorrhagia harus dilacak. Ini bisa dimulai dari pemeriksaan sederhana hingga pemeriksaan khusus. Wawancara bisa dilakukan untuk menentukan sebab yang paling mungkin, sehingga pemeriksaan lanjutan berbiaya tinggi tak selalu diperlukan.
Jika kemungkinan faktor penyebab organik tidak ditemukan dari pemeriksaan fisik dan tidak pula ditemukan anemia besi, kemungkinan gangguan fungsi hormonal menjadi acuan pemeriksaaan. Pemeriksaan USG melalui liang vagina dengan mengerok lapisan rahim untuk contoh pemeriksaan sifat lapisan rahim.
Dari sini akan bisa ditemukan jenis gangguan hormonalnya.
Dalam menentukan pemeriksaan maupun pilihan tindakan, dokter juga harus memperhatikan usia pasien. Pemberian terapi hormonal pada pasien Menorrhagia juga dapat dilakukan, jika tetap tidak membaik berarti terjadi gangguan organ reproduksi dan terapi hormonal tak diperlukan.
Terapi bagi penderita Menorrhagia dapat dilakukan dengan beberapa cara. Selain dengan kombinasi hormon, beberapa jenis obat dapat pula dipakai. Jika tak kunjung membaik, terpaksa dilakukan pembedahan, jika terbukti ada kelainan atau penyakit pada organ reproduktif.
Pembedahan ini memang dianggap yang paling baik, meski wanita harus mengalami menopause dini dan bisa timbul komplikasi pada saluran kemih atau usus halus pasca operasi. Masa perawatan sampai dengan masa pemulihan bisa selama enam minggu.
Pada kasus endrometriosis, bisa juga dilakukan dengan pengelupasan lapisan rahim dengan tindakan laser atau memanfaatkan radio frequency yang sebelumnya diterapi dengan obat atau cara pembedahan laproskopi.
Jika Menorhagia disebabkan karena adanya penyakit lain, maka penyakitnya-lah yang harus diterapi. Penyakit dimaksud seperti gangguan ginjal dan penyakit hati menahun. Setelah penyakit disembuhkan, gejala Menorrhagia dengan sendirinya juga mereda dan keluhan haid berlebihan teratasi.

0 Komentar untuk "Mengatasi Gangguan Haid Menorrhagia"