Gejala dan Pencegahan Penyakit Tifus

Gejala dan Pencegahan Penyakit Tifus

Penyakit tifus menjamur di musim hujan. Risiko makin menganga saat kebersihan lalai dijaga dan vaksin dilewatkan. Demam tifoid atau penyakit tifus disebabkan bakteri Salmonella.

Gejala dan Pencegahan Penyakit Tifus

Ada empat jenis atau tipe bakteri Salmonella penyebab tifus, yaitu Salmonella Thyposa, Salmonella Paratyphi A, Salmonella Paratyphi B, dan Salmonella Paratyphi C. keempat bakteri tersebut memiliki sifat yang sama dan menyukai hidup di organ empedu.

Hobi bakteri Salmonella berlindung di dalam empedu inilah yang menyebabkan seseorang bisa berulang kali terserang tifus. Bakteri Salmonella Thyposa yang berhasil masuk ke empedu akan menetap lama dan berkembang biak di sana. Sementara obat yang diberikan tidak akan mudah mencapai empedu sebab hanya sebagian kecil dosis yang berhasil mencapai empedu.

Selain penderita tifus, penyakit ini juga rentan menyerang saat kurang istirahat, daya tahan tubuh menurun, atau terkena penyakit lain yang menurunkan daya tahan tubuh seperti campak atau cacar yang akan memudahkan masuknya bakteri ke usus.

Saluran empedu bermuara di usus. Bakteri yang bermukim di empedu kemudian keluar menuju ke usus. Ketika daya tahan tubuh turun, pertahanan di dalam usus menjadi rendah.

Penyakit tifus perlu diimunisasi dengan vaksin Typhoid karena dampaknya yang luas dan mudah menular. Sebut saja, demam tinggi, lama sembuh, mudah kambuh dan mudah menyebar. Akibat terfatal adalah luka pada usus yang bisa menyebabkan usus bocor (perforasi). Ini artinya, usus yang berisi kotoran masuk ke dalam perut.

Gejala-gejala Penyakit Tifus antara lain:
1. Demam lebih dari seminggu, gangguan saluran pencernaan, misalnya muntah, diare, atau sembelit. Salmonella juga melepaskan toksin yang menyebabkan badan ngilu dan pegal.
2. Lidah kotor, berselaput, tepinya merah dan tengahnya putih namun kotor.

Tahapan Penyakit Tifus antara lain:
1.Pada minggu pertama, jika penderita mengalami demam tinggi dan tidak diberi obat, demam akan naik terus-menerus. Bila diberi obat penurun panas akan turun sebentar, lalu naik lagi. Pada minggu pertama inilah bakteri akan masuk dan menempel di dinding usus, sehingga menyebabkan luka. Luka yang luas akan menjadi tukak. Dalam kondisi yang sangat parah, tukak akan jebol, sehingga usus bocor. Jika hal ini terjadi, harus dilakukan pembedahan untuk mencuci rongga perut supaya bisa mencegah akibat yang fatal.

2. Pada minggu kedua, demam akan merata dan terjadi terus-menerus karena bakteri sudah masuk ke dalam darah dan menyebar ke mana-mana.

3. Pada minggu ketiga, bakteri Salmonella akan ada di mana-mana. Termasuk di dalam otak yang dikenal dengan radang otak karena tifus alias encephalitis typhosa. Bakteri masuk ke dalam otak dan berkembang biak. Hal ini bisa menyerang anak-anak maupun orang dewasa.

Pencegahan Penyakit Tifus
Pencegahan terbaik tentu saja imunisasi. Pemberian imunisasi dimulai ketika anak sudah bisa memasukkan makanan ke dalam mulut. Pasalnya sumber masuknya kuman Salmonella Thyposa adalah melalui mulut. Pemberian imunisasi tifus diulang setiap 3 tahun sekali.

Selain itu, jagalah kebersihan makanan dan air. Apalagi di musim hujan dan banjir di mana banyak kotoran yang dibawa genangan air.

0 Komentar untuk "Gejala dan Pencegahan Penyakit Tifus"

Back To Top