Memahami dan Menyikapi Penyakit Skoliosis

Memahami dan Menyikapi Penyakit Skoliosis

Skoliosis atau tulang melengkung banyak dialami kaum wanita, jumlahnya 5 -8 kali lebih besar dibanding pria. Skoliosis merupakan kelainan pertumbuhan tulang belakang yang terjadi sejak kecil. Tulang belakang penderita mengalami kelengkungan ke salah satu sisi. Andaikan terdeteksi dini, dampak keparahan penyakit bisa dicegah. Misalnya dengan memakai korset.

Memahami dan Menyikapi Penyakit Skoliosis

Sampai saat ini belum diketahui penyebab skoliosis. Namun jika tak cepat disembuhkan, maka lengkungan tulang akan semakin parah. Pada kasus-kasus tertentu, tulang yang bengkok juga dapat menekan saraf-saraf yang melalui tulang punggung. Akibatnya kaki dan tangan penderita sering merasa kesemutan.

Tulang belakang manusia merupakan bagian tubuh yang sangat penting dalam membentuk postur tubuh. Tulang belakang terdiri dari 33 tulang yang terangkai satu per satu dari leher sampai tulang ekor, merupakan satu struktur yang kuat untuk menegakkan tubuh. Selain itu, tulang belakang mempunyai fungsi sebagai tempat saraf yang disebut spinalis. Saraf-saraf ini mempunyai peran dalam pergerakkan sensorik dan fungsi parasimpatik tubuh kita.

Dalam keadaan normal, jika dilihat dari samping kiri atau kanan ketika tubuh berdiri tegak, maka tulang belakang akan kelihatan melengkung pada daerah dada dan panggul. Sedangkan pada daerah leher dan pinggang,  tulang belakang akan terlihat cekung. Tidaklah demikian jika tulang belakang terlihat dari arah belakang.

Pada orang normal, jika sedang berdiri tegak, maka dari tulang belakang akan terlihat kurus mulai dari leher sampai tulang ekor. Tetapi pada penderita skoliosis, tulang belakang tampak tidak lurus bila dilihat dari belakang, tetapi bengkok kea rah sisi kanan atau kiri.

Tulang belakang penderita skoliosis dapat bengkok hanya pada daerah dada atau pinggang atau kombinasi keduanya, sehingga tulang belakang terlihat seperti huruf S. Skoliosis dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu skoliosis postural dan structural.

Skoliosis postural adalah skoliosis yang disebabkan ketidakseimbangan panjang tungkai. Apabila kelainan ini tidak cepat diobati, maka akan menjadi skoliosis structural. Skoliosis postural ini dapat berkembang lebih cepat apabila fase pertumbuhan penderita telah terhenti, yaitu bila penderitanya telah berusia dewasa.

Sedangkan skoliosis structural dapat dibedakan dalam beberapa kelompok yaitu:
a. Kongenital (osteogenik). Kelainan ini dapat terlihat sejak kecil, karena ada beberapa kelainan seperti tidak sempurnanya bentuk tulang atau menyatunya tulang rusuk pada satu sisi.
b. Neorogenik (paraliotik). Kelompok ini disebabkan oleh kelumpuhan otot tulang belakang pada satu sisi.
c. Miogenik. Penyebabnya adalah kelainan otot akibat berbagai penyakit
d. Torakogenik. Hal ini terjadi sebagai efek samping suatu operasi.
e. Idiopatik. Skoliosis ini tidak diketahui penyebabnya dan ini merupakan jenis yang paling banyak.

Banyak penyakit atau keadaan yang dapat menimbulkan skoliosis. Namun lebih dari 90% skoliosis tidak diketahui dengan jelas penyebabnya. Banyak pula penderita skoliosis disebabkan penyakit TBC yang parah.

Dari golongan skoliosis yang tidak jelas penyebabnya ini, 80% diderita anak-anak pada masa pubertas. Secara lebih khusus lagi, penderitanya sebagian besar adalah para gadis usia remaja. Perbandingan penderita pria dan wanita rata-rata adalah delapan berbanding satu.

Saran untuk Penderita Skoliosis
1.Keputusasaan, kemarahan dan kekesalan adalah perasaan yang normal ada pada setiap orang yang mengalami keterbatasan aktifitas. Seseorang dapat merasa lebih baik setelah membicarakan perasaannya. Pilihlah orang yang mau mendengarkan daripada orang yang memberi nasihat. Membicarakan hal-hal praktis dengan sesama penderita skoliosis seringkali membantu anda.
2.Tanyakanlah kepada petugas kesehatan anda untuk memberikan penjelasan penyakit anda lebih rinci.
3. Apabila anda merasa depresi, ingatlah bahwa anda bukanlah satu-satunya orang yang menderita skoliosis.
4.Depresi yang berat akibat perasaan tertekan memang dapat diatasi dengan obat-obatan. Tetapi obat anti depresi tidaklah menyelesaikan masalah yang mendasarinya.
5.Terlalu banyak dan tidak aktif akan menurunkan semangat hidup terutama bila anda menjadi sendirian. Hiburlah diri anda dengan membeli sesuatu yang baru yang anda senangi. Seperti buku baru, topi baru dan pergi ke tempat khusus. Hal ini akan membuat anda lebih berbesar hati.
6.Anda akan merasa lebih baik dengan menjaga dan mempertahankan penampilan anda. Misalnya bercukur secara teratur, merawat kuku dan mengenakan pakaian bersih dan serasi.  

0 Komentar untuk "Memahami dan Menyikapi Penyakit Skoliosis"

Back To Top