Terung (Solanum Melongena) jenisnya cukup beragam. Beberapa jenis terung yang dikenal antara lain, terung craigi (bentuk panjang dan bulat, berukuran lumayan besar dengan warna ungu tua dan ungu muda), terung kopek (bentuk bulat panjang berujung tumpul, berwarna ungu atau hijau keputihan), terung Bogor (bentuk bulat kecil, berwarna putih atau hijau keputihan).
Adalagi terung gelatik (ciri sama dengan terung Bogor, tapi ukurannya lebih kecil, berwarna ungu tua atau muda), terung Medan (berukuran kecil dengan bentuk buah lonjong, panjangnya 10 cm, berwarna hijau keputihan), dan terung engkol (bentuk bulat gepeng dan berwarna kuning jingga).
Selain enak, terung juga berkhasiat untuk pengobatan. Menurut hasil penelitian ilmuwan india, terung berkhasiat bagi penderita kanker dan berguna menghilangkan flek-flek hitam di wajah dan tangan. Pada zaman Tiongkok kuno, terung telah dimanfaatkan sebagai penawar bagi yang mengalami keracunan jamur. Terung juga sebagai penurun kadar lemak.
Kini, di Eropa, Amerika dan Jepang, terung dimanfaatkan sebagai makanan rendah kalori bagi orang yang berdiet. Karena, rendah kalori dan kandungan vitaminnya kurang. Menurut US Department of Agriculture, bagian buah yang dapat dimakan hanya memberi 19-24 kalori, 1 gr protein dan 0,2 gr lemak.
Sebagian besar (94%) berupa air, vitamin C-nya hanya 5 mg dari tiap 100 gr, dan vitamin A 30 SI. Bagi penderita hiperlipidemia (kadar lemak tinggi dalam darah), terung yang disantap secara teratur selama berpantang makanan lemak hewani, dapat mengurangi peningkatan hiperlipidemia.
Sedang untuk penderita tekanan darah tinggi, terung juga sangat menolong. Tidak membuat tensi turun, tetapi membuat orang lebih tenang. Sebab kandungan solanin dalam jumlah besar, bisa mengendurkan urat saraf. Ketenangan ini, bisa mempertahankan tekanan darah agar tidak naik lebih tinggi.
Dan, untuk mencegah solanin tidak menurunkan vitalitas (termasuk gairah seks), mengkonsumsi terung harus dikendalikan. Misalnya, dari dua kali seminggu menjadi seminggu sekali.
Terung yang dilalap mempunyai kelebihan. Antara lain, vitamin C-nya masih utuh, kandungan fosfor (37 mg) dan kalsium (15 mg) juga belum rusak ketimbang terung yang sudah dimasak. Fosfor dan kalsium pada terung berperan mendorong fungsi ginjal. Para lansia yang lebih banyak duduk daripada berjalan, sangat dianjurkan lebih banyak makan lalapan sayuran yang tidak mengganggu ginjal. Antara lain, terung kopek dan gelatik, ketimbang petai dan jengkol.
Khasiat terung lainnya:
Bronchitis kronis
Keringkan akar terung, kemudian giling hingga jadi bubuk. Campurkan 10-20 gr bubuknya dengan teh hijau, minum selagi hangat.
Disentri kronis
Bakar akar terung, kemudian seduh bersama gula merah. Minum airnya secara teratur.
Terung tergolong sayuran yang dapat tahan lama. Agar mendapatkan terung berkualitas baik dan cara penyimpanan serta pengolahan yang tepat, simak tips berikut:
1. Terung berkualitas baik, ditandai dengan daging buah yang kenyal bila ditekan, warnanya rata dan terbebas dari luka. Hindari terung berkulit mengerut, berjamur dan lunak bila ditekan. Karena rasanya kurang sedap, bahkan cenderung pahit.
2. Simpanlah terung dalam lemari es. Bungkus terlebih dahulu dengan plastic kedap udara. Dengan cara ini, terung dapat awet selama tujuh hari.
3. Setelah dipotong-potong, taburi terung dengan garam dan biarkan selam 30 menit. Agar, air terung yang biasanya pahit dapat keluar.
4. Agar potongan terung tidak menjadi cokelat dan berkeringat, segera bilas dan keringkan dengan tissue. Kemudian, masaklah segera.
Tag :
manfaat terung

0 Komentar untuk "Berbagai Khasiat Terung untuk Pengobatan"