Lidah buaya atau yang dikenal sebagai Aloe vera adalah tanaman yang dimanfaatkan pelepah daunnya. Diketahui bahwasannya beberapa kasus diabetes juga mengalami kemajuan berarti setelah mengkonsumsi lidah buaya. Kandungan mukopolisakarida (MPS) dalam lidah buaya diduga sanggup mengontrol kadar gula dalam darah, lidah buaya juga dapat mencegah komplikasi diabetes seperti hipertensi, kolesterol, jantung korener dan arterosklerosis.
Lidah buaya berperan sebagai agen hipoglikemik (penurun kadar gula darah) dengan cara merangsang pelepasan insulin yang dilakukan oleh sel beta dari kelenjar langerhans. Beberapa penelitian pada hewan percobaan dan uji klinis pada manusia membuktikan kadar gula darah responden membaik ditandai dengan turunnya nilai trigliserida dan kadar gula darah.
Dugaan lain efek lidah buaya sebagai hipoglikemik lantaran campur tangan kandungan mukopolisakarida (MPS)-nya yang berhasil mengontrol kandungan gula darah. MPS merupakan senyawa kompleks karbohidrat yang dibangun oleh ribuan molekul gula manosa, galaktosa dan glukosa.
MPS berperan sebagi penyokong imunitas tubuh karena mampu menstimulasi sel T makrofag yang berfungsi memerangi sel-sel pathogen perusak tubuh. Adapun cara membuat resep lidah buaya adalah sebanyak 2 batang, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dalam 3 gelas air, setelah mendidih, saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.
Cara lainnya adalah dengan memanfaatkan lidah buaya kira-kira 1 batang lalu dibersihkan dengan mengepas kulit dan durinya. Rendam selama 30 menit dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas dibawah air yang mengalir. Rebus dalam 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan, lalu saring. Minum sebanyak setengah gelas, 2-3 kali sehari.

0 Komentar untuk "Mencegah Komplikasi Diabetes dengan Lidah Buaya"