Sebuah studi dari Universitas Kedokteran Carolina Selatan menemukan hubungan antara obesitas remaja dan penurunan minat belajar. Sebagaimana dibuktikan pengujian IQ, diakibatkan kondisi yang dikenal sebagai apnea tidur remaja. Sama seperti pada orang dewasa, anak-anak obesitas dengan kondisi ini benar-benar berhenti bernapas saat tidur. Kadang hanya dapat bertahan sampai 10 detik, itu bisa terjadi ratusan kali setiap malam pada anak dengan kondisi ini.
Studi telah menemukan penurunan minta belajar karena dua akibat dari penghentian pernapasan yakni kekurangan oksigen ke otak dan kurangnya kualitas tidur. Ketika anak tidak bernapas, oksigen tidak sampai ke paru-paru untuk masuk ke aliran darah dan didistribusikan ke otak.
Dengan kekurangan oksigen dari waktu ke waktu, cedera jaringan otak yang ada dapat terjadi bersama dengan perkembangan otak lebih lanjut. Penyebab Sleep Apnea mungkin dari kelebihan lemak di tenggorokan atau tonsil yang membesar sehingga memotong jalannya pernapasan.
Anak yang bangun ratusan kali setiap malam, tidak akan mendapatkan kualitas tidur meskipun mereka mungkin telah tidur dengan waktu cukup sesuai anjuran . Kualitas tidur yang jelek semakin berpengaruh terhadap belajar mereka karena mereka pergi ke sekolah dengan kondisi lelah, sehingga tidak bisa fokus mengikuti pembelajaran.
Kemudian ada sisi emosional, dimana tekanan sosial juga mempengaruhi minat belajar para remaja yang mengalami obesitas. Anak-anak dengan berat badan normal cenderung menggoda, mengolok-ngolok atau bahkan menggertak mereka. Terus-menerus mengejek yang menyebabkan masalah emosional beragam, makanya berdampak pada menurunnya minat belajar.
Perasaan rendah diri terus-menerus menghantui mereka, menyebabkan konsentrasi belajar di sekolah semakin menjauh dari pikiran mereka. Akhirnya remaja dengan obesitas akan mengambil kehidupan sendiri, mereka cenderung menyendiri.
Para peneliti menemukan penurunan minat belajar dapat terjadi sejak dini. Tampaknya, kondisi ini lebih umum terjadi pada anak perempuan dibanding anak laki-laki. Mereka juga menemukan bahwa remaja obesitas cenderung untuk menghadiri semua jenis pendidikan lanjut pasca pendidikan menengah. Itu semua bermula anak mengalami obesitas.
Jika anda memiliki seorang anak remaja obesitas, bantulah mereka untuk menumbuhkan kembali belajar dengan mencari tahu diet disetujui dan program latihan yang profesional untuk kesehatan anak Anda. Bantulah mereka mengakhiri ketegangan emosional dan nilai-nilai buruk yang disebabkan obesitas.
Tag :
minat belajar obesitas,
obesitas

0 Komentar untuk "Obesitas Menurunkan Minat Belajar"