Air Susu Ibu (ASI) yang pertama diproduksi disebut Kolostrum. Yaitu cairan kental yang berwarna kekuningan atau jernih yang diproduksi payudara pada hari-hari pertama persalinan. Biasanya berlangsung sejak lahir hingga hari ke-5 dan jumlah kolostrum yang dikeluarkan biasanya sedikit.
Apa saja kandungan dalam kolostrum? Dalam cairan yang terbilang sedikit ini justru banyak sekali manfaatnya. Sebagai contoh, kolostrum lebih banyak mengandung antibodi, sel darah putih pembangun system kekebalan dan asam lemak rendah kolesterol berantai panjang.
Kolostrum juga mengandung vitamin K yang cukup untuk menghindari bayi dari pendarahan. Kolostrum mengandung faktor pertumbuhan dan lebih kaya vitamin, terutama vitamin A daripada ASI matang.
Selain itu, kandungan protein antiinfektif pada kolostrum 3 kali lebih banyak dari pada ASI matang.
Tambahan protein ini berupa immunoglobulin. Protein antiinfektif dan sel darah putih yang terkandung dalam kolostrum merupakan imunisasi pertama terhadap penyakit yang dihadapi bayi setelah dilahirkan.
Kolostrum juga membantu mencegah infeksi berbahaya yang dapat menyebabkan sepsis dan kematian.
Tak hanya itu, kolostrum mempunyai efek pencahar ringan yang membantu membersihkan usus bayi dari meconium (tinja pertama bayi yang berwarna kehitaman). Pembersihan akibat efek pencahar tersebut juga membantu membersihkan bilirubin dari usus sehingga dapat mencegah terjadinya bayi kuning (jaundice).
Perkembangan usus bayi yang belum matang pun terbantu oleh kolostrum. Alhasil, bayi terhindar dari infeksi, alergi dan intoleransi terhadap makanan lain. Tak kalah penting, memberikan kolostrum pada awal-awal menyusui akan terbangun ikatan batin antara ibu dan bayi.
Tag :
manfaat kolustrum

0 Komentar untuk "Keajaiban dan Manfaat Kolostrum"